Cara Menghitung Torsi Gearbox dari kW & rpm (Rumus + Contoh)
Jawaban cepat: Rumus praktis torsi motor adalah T (Nm) = 9550 × P(kW) ÷ n(rpm). Setelah itu, torsi output gearbox dapat diestimasi dengan Tout ≈ Tin × ratio × efisiensi. Perhitungan ini membantu Anda memilih gearbox yang aman terhadap beban puncak, duty 24/7, dan shock load.
Lanjut eksplor: Produk Sumitomo • Konsultasi selection
1) Kenali tiga hal: kW, rpm, dan torsi (Nm)
Secara sederhana: daya (kW) adalah “kemampuan kerja”, rpm adalah “kecepatan putar”, dan torsi adalah “gaya puntir”. Saat rpm turun dan daya sama, torsi cenderung naik. Itulah kenapa gearbox dipakai untuk mendapatkan torsi lebih besar di putaran lebih rendah.
2) Rumus cepat menghitung torsi motor
Gunakan rumus praktis:
T (Nm) = 9550 × P(kW) ÷ n(rpm)
Di mana:
- P = daya motor (kW)
- n = putaran motor (rpm)
3) Estimasi torsi output gearbox
Setelah torsi input diketahui, torsi output dapat diestimasi:
Tout ≈ Tin × ratio × efisiensi
Catatan: Ini estimasi. Rating gearbox tetap harus mengacu pada spesifikasi produk dan service factor.
4) Contoh hitung (sederhana)
Contoh A: Motor 7,5 kW, 1450 rpm
Torsi input:
T = 9550 × 7,5 ÷ 1450 ≈ 49,4 Nm
Jika memakai gearbox ratio 1:30 dan efisiensi 0,90
Estimasi torsi output:
Tout ≈ 49,4 × 30 × 0,90 ≈ 1334 Nm
Angka ini membantu cek kewajaran: apakah cukup untuk beban, dan apakah perlu margin lebih besar (service factor).
5) Kapan Anda harus “naik kelas” (service factor lebih besar)?
- Shock load / beban kejut (mis. digester, press, mixer berat)
- Start-stop sering
- Operasi 24/7 dengan temperatur tinggi
- Lingkungan berdebu/abrasive atau outdoor
Jika Anda ingin perhitungan cepat untuk aplikasi Anda, siapkan data RFQ dan konsultasikan melalui: HEJ.
FAQ
Kenapa torsi naik saat rpm turun?
Karena daya terkait dengan torsi dan kecepatan putar. Saat rpm turun, torsi diperlukan lebih besar untuk daya yang sama.
Apakah ratio 1:30 berarti torsi x30?
Secara ideal mendekati x30, tapi realnya dipengaruhi efisiensi dan batas rating gearbox.
Efisiensi pengaruhnya apa?
Efisiensi menentukan berapa torsi yang “hilang” menjadi panas/rugi-rugi mekanis.
Kapan perlu service factor besar?
Saat shock load, start-stop sering, dan operasi berat/24 jam.
Kalau torsi hasil hitung melebihi rating?
Pilih ukuran/seri gearbox lebih besar, ubah ratio, atau evaluasi proses (misalnya soft-start/VFD).
