PT.HIMALAYA EVEREST JAYA
  • By Editor
  • 2026-01-22
  • 0 Comment

Setting Parameter Toshiba VFD untuk Pompa/Fan: PID, Ramp, Proteksi, & Tips Stabil

Jawaban cepat: untuk pompa/fan, kunci sukses setting VFD adalah input data nameplate motor, set accel/decel yang halus, gunakan PID control bila ingin menjaga tekanan/flow, dan aktifkan proteksi agar motor/pompa aman dari kondisi abnormal.

Sebelum setting: siapkan data ini

  • Nameplate motor: kW/HP, Volt, Ampere, Hz, RPM, cos φ (jika ada)
  • Jenis kontrol: manual (potensiometer) atau otomatis (PLC/pressure transmitter)
  • Target proses: menjaga pressure, flow, atau sekadar soft-start
  • Sensor feedback (opsional): pressure transmitter 4–20mA, flowmeter, dll

Step 1 — Input data motor (wajib)

Masukkan parameter dasar motor sesuai nameplate. Ini membantu VFD memberi output yang sesuai dan mengurangi risiko overcurrent saat start.

  • Tegangan & frekuensi dasar (mis. 380V, 50Hz)
  • Arus nominal motor (A)
  • RPM / jumlah pole (jika diminta)

Tip: salah input arus nameplate sering membuat VFD mudah trip, terutama saat beban berat atau pipa panjang.

Step 2 — Accel/Decel (ramp) yang aman untuk pompa/fan

Pompa/fan umumnya tidak butuh start instan. Ramp yang terlalu cepat dapat memicu lonjakan arus dan water hammer (pada pompa).

ParameterRekomendasi awalCatatan
Accel time10–30 detikNaikkan jika arus start tinggi
Decel time10–30 detikPompa: hindari stop terlalu cepat (water hammer)
Min frequency15–25 Hz (awal)Tergantung kebutuhan pressure/flow
Max frequency50 Hz (awal)Naikkan hanya jika motor & sistem mendukung

Step 3 — PID control untuk menjaga pressure/flow

Kalau tujuan kamu adalah menjaga tekanan/flow stabil, pakai PID. Prinsipnya sederhana: VFD akan menaikkan/menurunkan speed motor berdasarkan feedback sensor.

Skema sederhana

  1. Sensor pressure/flow → masuk ke input analog VFD (umumnya 4–20mA / 0–10V)
  2. Set setpoint (target pressure/flow)
  3. VFD mengatur frekuensi output agar feedback mendekati setpoint

Parameter PID yang sering bikin “hunting”

  • P terlalu besar → respon cepat tapi overshoot (naik turun)
  • I terlalu besar → lambat stabil, bisa overshoot lama
  • D membantu meredam overshoot, tapi sering tidak wajib untuk sistem sederhana

Tip praktis: mulai dari respon “tenang” dulu (P kecil, I kecil), lalu naikkan bertahap sampai stabil. Jangan langsung agresif.

Step 4 — Proteksi penting untuk pompa/fan

  • Overcurrent/Overload: melindungi motor dari beban berlebih
  • Undervoltage/Overvoltage: listrik drop/naik
  • Dry-run / low load (bila tersedia via logika/sensor): mencegah pompa jalan tanpa air
  • Overtemperature: pastikan ventilasi panel baik

Untuk pompa booster, sering juga dipakai interlock tambahan (pressure switch, level switch) agar operasi lebih aman.

Masalah paling sering & solusinya

1) Tekanan “naik turun” (hunting)

  • Turunkan gain PID (P/I)
  • Pastikan sensor terbaca stabil (noise input analog)
  • Tambahkan filter/damping di feedback (jika tersedia)

2) VFD sering trip saat start

  • Naikkan accel time
  • Cek wiring, ukuran kabel, dan kondisi motor/pompa
  • Pastikan input arus motor sesuai nameplate

Baca Juga :

Butuh penawaran cepat?

Kirim data motor+aplikasi, tim HEJ bisa bantu sizing & rekomendasi seri agar tepat kebutuhan.

Klik Email HEJ untuk konsultasi & quotation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *