PT.HIMALAYA EVEREST JAYA
  • By Editor
  • 2026-01-26
  • 0 Comment

Setting Toshiba VFD untuk Conveyor: Constant Torque, Ramp, & Braking yang Aman

Jawaban cepat: conveyor butuh torsi stabil dan start/stop yang terkontrol. Setting yang paling berpengaruh adalah input data motor, accel/decel, torque boost/limit, serta opsi braking bila perlu berhenti cepat.

Conveyor itu beda dengan pompa/fan

Pompa/fan biasanya “ringan di bawah” (variable torque). Conveyor sering constant torque: saat start, beban bisa berat (material sudah di belt), sehingga butuh strategi setting agar tidak overcurrent.

Step 1 — Input data motor (wajib)

Masukkan parameter nameplate motor secara benar: Volt, Hz, Ampere, kW/HP, dan RPM (jika diperlukan). Ini membantu VFD menjaga torsi tanpa “mengira-ngira”.

Step 2 — Accel/Decel yang cocok untuk conveyor

Conveyor yang terlalu agresif bisa membuat belt slip atau mechanical shock pada gearbox/coupling.

KondisiAccel time awalDecel time awalCatatan
Conveyor ringan5–15 detik5–15 detikSesuaikan agar tidak slip
Conveyor beban berat15–40 detik10–30 detikNaikkan ramp untuk menekan lonjakan arus
Butuh stop cepat15–40 detik2–10 detikBiasanya perlu braking resistor / setting braking

Step 3 — Fokus torsi: torque boost, torque limit, & anti-stall

Nama parameter bisa berbeda antar seri, tapi konsepnya sama:

  • Torque boost: membantu start saat torsi awal kurang.
  • Torque limit / current limit: membatasi arus agar tidak trip, tapi terlalu kecil bisa bikin conveyor gagal start.
  • Anti-stall: menjaga motor tidak “mati” saat beban mendadak naik.

Tip praktis: kalau conveyor gagal start, jangan langsung menaikkan semua limit. Mulai dari: perpanjang accel → cek mekanik → baru optimasi boost/limit.

Step 4 — Braking: kapan perlu?

Conveyor menurun atau sistem dengan inersia tinggi sering butuh braking agar tidak “meluncur”. Pilihan umumnya:

  • Decel lebih panjang (paling aman, tapi stop lebih lama)
  • Dynamic braking resistor (stop cepat, perlu hardware & setting benar)
  • Mechanical brake (via motor brake atau brake unit)

Jika kamu butuh stop cepat karena safety, rencanakan sejak awal: braking resistor + proteksi panas + wiring yang rapi.

Step 5 — Proteksi yang sering dibutuhkan conveyor

  • Overload/overcurrent (beban material tiba-tiba naik)
  • Overtemperature (panel kurang ventilasi)
  • Phase loss/undervoltage (supply tidak stabil)
  • Interlock E-Stop (wajib untuk safety)

Baca Juga:

Butuh penawaran cepat?

Kirim data motor+aplikasi, tim HEJ bisa bantu sizing & rekomendasi seri agar tepat kebutuhan.

Klik Email HEJ untuk konsultasi & quotation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *